Senin, 21 April 2008

Obat Penstabil Mood

Lithium

Mekanisme kerja

Lithium adalah garam yang terbentuk secara alamiah dan mekanisme kerja yang pasti, tidak diketahui dengan baik. Banyak fungsi neurotransmitter yang berubah.

Manfaat klinis
Episode manik akut dan hipomania serta penyakit bipolar kambuhan merupakan indikasi terapi lithium yang paling sering terjadi. Gangguan lain dengan komponen afektif seperti depresi unipolar kambuhan, gangguan skizoafektif, katatonia, reaksi amuk dan alkoholisme kadang efektif diobati dengan lithium terutama jika gangguan ini terjadi secara periodic atau siklis.

Reaksi yang merugikan dan pertimbangan keperawatan
Klien dapat menggunakan lithium selama beberapa tahun. Klien harus diberitahu tentang penyebab umum terjadinya peningkatan kadar lithium dan cara untuk menstabilkan kadar terapeutik (kotak 20-4). Efek samping lithium mencakup tremor halus pada tangan, keletihan, sakit kepala, ketumpulan mental, letargi, poliuria, polidipsi, iritasi lambung, mual ringan, muntah, diare, akne, perubahan EKG dan peningkatan berat badan.
Tanda-tanda toksisitas lithium berhubungan dengan kadar lithium dan meliputi anoreksia, mmual, muntah, diare, tremor kasar pada tangan, kedutan, letargi, disartria, ataksia, demam, tanda-tanda vital tidak teratur, kejang dan koma.